ciri ciri gigi gingsul

Mengapa Gigi Gingsul Bisa Terjadi? Kenali Ciri-ciri dan Faktor Risiko

Salah satu ciri ciri gigi gingsul adalah adanya struktur gigi yang menonjol di bagian gusi. Meski demikian, beberapa orang menganggap bahwa kondisi gigi gingsul ini membuat senyum dari pemiliknya jadi makin manis. Apakah Anda setuju?

Akan tetapi, tahukah Anda jika ternyata kondisi gigi gingsul yang dibiarkan memiliki faktor risiko yang besar? Ternyata banyak orang belum mengetahui hal tersebut lho. Untuk itu, yuk simak berbagai informasi terkait kondisi gigi gingsul pada pembahasan berikut!

Terjadinya Gigi Gingsul

Dilihat dari posisi pertumbuhannya, gigi gingsul adalah gigi taring yang mengalami keterlambatan pertumbuhan. Secara umum, gigi taring permanen akan muncul setelah gigi taring susu lepas. Pada beberapa kasus, pertumbuhan gigi taring dapat mengalami keterlambatan sehingga ruang yang seharusnya diisi oleh gigi taring tersebut diisi oleh gigi lain.

Setelah ruang tersebut terisi oleh gigi lain, gigi taring masih harus tumbuh dari permukaan gusi. Akibatnya, gigi taring ini dapat tumbuh ke luar, ke dalam, atau bahkan terjebak di dalam gusi. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya gigi gingsul.

Ciri Ciri Gigi Gingsul

Setidaknya, ada beberapa tanda atau ciri-ciri yang wajib Anda sadari saat gigi gungsul akan segera tumbuh. Ciri ciri gigi gingsul tersebut antara lain:

  1. Gigi terlihat tidak sejajar
  2. Terjadi benjolan pada bagian gusi
  3. Penampilan wajah mengalami perubahan
  4. Sering menggigit pipi bahkan lidah yang ada di bagian dalam
  5. Tidak nyaman saat menggigit atau mengunyak
  6. Artikulasi bicara yang terdengar cadel
  7. Sering bernafas lewat mulut

Faktor Risiko Gigi Gingsul

Jika dibiarkan, gigi gingsul ternyata bisa meningkatkan faktor risiko yang tidak terduga, seperti:

1. Ketidakseimbangan Asupan Nutrisi

Ketidaknyamanan rongga mulut akibat timbuhnya gigi gingsul menyebabkan seseorang jadi malas makan. Akibatnya, nutrisi yang masuk ke tubuh pun jadi terbatas.

2. Risiko Gangguan Gigi dan Rahang

Dibandingkan pemilik gigi normal, seseorang dengan gigi gingsul lebih berpotensi mengalami maloklusi. Maloklusi sendiri adalah susunan atau posisi gigi yang tidak normal.

3. Risiko Penyakit Gigi dan Mulut

Gigi gingsul yang tidak melakukan perawatan secara rutin, akan berpotensi mengalami penyakit gigi dan mulut. Karena itulah, pemilik gigi gingsul harus rajin melakukan konsultasi ke dokter gigi.

Demikianlah pembahasan seputar proses terjadinya, risiko, dan ciri gigi gingsul. Apakah Anda juga mengalami ciri ciri gigi gingsul diatas dan ingin merapikannya? Jika ya, ayo cek kondisi gigi Anda di Klinik Denta

Kami menawarkan pemeriksaan kondisi gigi, juga menyediakan berbagai perawatan rutin yang dapat membantu merapikan gigi gingsul Anda. Dengan perawatan bersama dokter spesialis, peralatan modern, dan protocol sterilisasi yang ketat, kami menawarkan berbagai layanan untuk menyelesaikan semua permasalahan di gigi dan mulut Anda.

Silahkan hubungi kami atau kunjungi langsung Klinik Denta dan temukan solusi terbaik untuk kesehatan gigi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share This

Copy Link to Clipboard

Copy