Jika Anda mempertimbangkan memakai Invisalign untuk merapikan gigi, pasti ada satu pertanyaan yang sering muncul, “Sakit tidak, ya?” Wajar sekali. Itu karena meski Invisalign terkenal lebih nyaman dan estetik daripada behel konvensional, tetap saja alat ini bekerja dengan cara menggeser posisi gigi dan itu sering membuat orang bertanya soal rasa sakitnya.
Jadi, apakah Invisalign memang terasa sakit? Berapa lama biasanya rasa tidak nyamannya muncul? Apa yang perlu dilakukan supaya lebih nyaman selama proses perawatan? Yuk, cari tahu jawabannya!
Apa Itu Invisalign dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Invisalign adalah salah satu jenis clear aligner, yakni alat ortodonti transparan yang dapat dilepas-pasang. Di Klinik Denta, layanan ortodonti memang mencakup clear aligners (Invisalign) sebagai salah satu pilihan selain behel tradisional. Aligner ini terbuat dari material plastik khusus yang dirancang untuk memberikan tekanan lembut pada gigi, sehingga perlahan memindahkan gigi ke posisi yang diinginkan.
Apakah Sakit Saat Pasang Invisalign?
Saat pertama kali pakai Invisalign, sebagian orang memang merasakan sedikit ngilu atau tekanan. Tenang, itu bukan tanda ada masalah, justru bagian dari proses pergerakan gigi yang normal. Yuk, kenali kenapa rasa sakit ini bisa muncul.
1. Adaptasi Awal
Saat pertama kali pasang Invisalign, gigi akan merasakan tekanan. Ini karena aligner baru dirancang sesuai model gigi yang diinginkan, sehingga perlu waktu untuk menarik gigi ke tempat yang benar. Banyak pasien melaporkan rasa ngilu atau seperti tertekan di hari-hari awal.
2. Perubahan Tray
Dalam terapi Invisalign, Anda akan memakai beberapa tray atau set aligner secara berurutan. Setiap kali berganti tray, tekanan bisa terasa lagi karena bentuk aligner berikutnya sudah menyesuaikan pergerakan gigi yang diharapkan.
3. Kontrol Ortodonti
Dokter gigi spesialis ortodonti biasanya memantau pergerakan gigi melalui sesi kontrol rutin. Terkadang, dokter akan mengatur ulang strategi, misalnya menambahkan attachments” (penahan kecil) atau mengubah rencana gerakan gigi. Ini bisa menambah sensasi tidak nyaman sesaat, terutama setelah kontrol.
4. Kondisi Gigi dan Tulang Penopang
Jika gigi awalnya sangat berjejal, miring, atau jarang, pergerakan menjadi lebih besar dan tekanan dari aligner bisa lebih terasa. Juga, jika tulang rahang kurang fleksibel, pergerakan gigi bisa lebih keras dari sisi tekanan.
5. Apakah Rasa Sakit Itu Bahaya?
Umumnya, rasa sakit atau nyeri ringan adalah hal normal dan bukan tanda masalah besar. Menurut penelitian, clear aligner seperti Invisalign bisa efektif tanpa menimbulkan risiko pergerakan gigi yang berbahaya, selama dilakukan oleh dokter ortodonti yang kompeten.
Tapi jika rasa sakit sangat kuat, misalnya tajam, terus-menerus, atau disertai pembengkakan, Anda harus segera kontrol ke dokter gigi karena bisa jadi ada masalah lain seperti iritasi gusi, pemasangan yang kurang pas, atau pemrosesan aligner yang kurang tepat.
Cara Mengurangi Ketidaknyamanan
- Gunakan tray sesuai jadwal dokter dan jangan memindahkannya lebih cepat dari waktu yang direkomendasikan.
- Konsumsi makanan lunak saat gigi terasa nyeri setelah ganti tray.
- Gunakan obat pereda nyeri ringan sesuai saran dokter) seperti ibuprofen atau parasetamol bila perlu.
- Pastikan kebersihan gigi tetap terjaga, karena gusi sehat membantu mengurangi rasa nyeri atau iritasi.
- Rutin kontrol ke dokter yang menangani perawatan Invisalign agar pergerakan gigi tetap sesuai rencana dan masalah kecil bisa segera diatasi.
Nah, rasa nyeri saat pasang Invisalign itu sebenarnya wajar dan biasanya hanya terasa di awal atau ketika ganti tray. Kabar baiknya, rasa tidak nyaman ini sifatnya sementara dan sangat bisa dikendalikan. Apalagi jika Anda melakukan perawatan di tempat yang tepat.
Di Klinik Denta, pemasangan Invisalign bisa jauh lebih nyaman berkat teknologi dan tenaga ahli yang lengkap. Anda akan difasilitasi intraoral scanner 3D TRIOS 3Shape untuk pemindaian gigi digital yang super presisi. Dengan pemetaan yang akurat ini, dokter bisa merencanakan pergerakan gigi secara detail, sehingga aligner yang dibuat pun pas dengan struktur gigi Anda dan tekanan terasa lebih tepat dan minim rasa ngilu.
Perawatannya juga ditangani langsung oleh dokter spesialis ortodonti (Sp.Ort) seperti drg. Irwin Lesmono atau drg. Ardiny Andriani, didukung fasilitas rontgen 3D untuk analisis yang lebih komprehensif.
Jadi, tidak perlu ragu lagi! Senyum rapi yang Anda inignkan bisa tercapai, tanpa harus takut sakit berlebihan!