contoh gigi impaksi

Contoh Gigi Impaksi yang Sering Terjadi & Cara Menanganinya dengan Aman

Pernah merasakan nyeri di bagian belakang gigi yang datang tiba-tiba, apalagi saat mengunyah atau membuka mulut? Bisa jadi itu tanda gigi impaksi, masalah yang sering dianggap sepele tapi bisa menimbulkan komplikasi jika dibiarkan. Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari, hingga akhirnya memicu rasa sakit, infeksi, bahkan gangguan pada gigi di sekitarnya. Dan tidak sedikit orang baru menyadari keberadaan gigi impaksi setelah keluhan terasa semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nah, ada beberapa contoh gigi impaksi yang sering terjadi. Yuk, kenali jenis-jenisnya sekaligus mengetahui cara menanganinya dengan aman dan tepat!

Apa Itu Gigi Impaksi?

Gigi impaksi merupakan kondisi ketika gigi tidak bisa erupsi sempurna ke permukaan mulut karena terhalang oleh gigi lain, jaringan, atau ruang rahang yang tidak memadai. Meskipun istilah ini sering dikaitkan dengan gigi bungsu, fakta medisnya gigi lain seperti gigi taring atau premolar juga bisa mengalami impaksi. 

Contoh Gigi Impaksi

Ada beberapa contoh gigi impaksi yang cukup sering ditemukan dalam praktik kedokteran gigi. Masing-masing memiliki posisi tumbuh yang berbeda dan bisa menimbulkan keluhan tersendiri. Apa saja itu?

1. Impaksi Horizontal

Gigi tumbuh menyamping di bawah gusi dan seringkali menekan gigi di depannya. Kondisi ini termasuk yang paling berisiko menimbulkan nyeri dan peradangan.

2. Impaksi Vertikal

Gigi tumbuh tegak lurus seperti normal, namun tetap tertahan di bawah gusi atau tulang rahang sehingga tidak bisa muncul ke permukaan.

3. Impaksi Angular (Bersudut)

Gigi tumbuh dengan arah miring ke depan atau ke belakang rahang dengan sudut yang tidak normal, sehingga berpotensi mengganggu susunan gigi lainnya.

4. Impaksi Parsial dan Total

  • Impaksi parsial, sebagian mahkota gigi sudah terlihat di permukaan gusi, tetapi sisanya masih tertanam.
  • Impaksi total, seluruh bagian gigi terpendam di bawah jaringan gusi atau tulang rahang.

Penyebab & Gejala yang Biasa Terjadi

Penyebab utama impaksi adalah kurangnya ruang di rahang untuk semua gigi tumbuh dengan teratur. Faktor genetik juga berperan, seperti ukuran rahang yang kecil.

Nah, gejala yang sering muncul antara lain:

  • Bagian belakang mulut terasa ngilu atau tidak nyaman tanpa sebab yang jelas. 
  • Pembengkakan gusi atau perikoronitis (infeksi di sekitar gigi impaksi). 
  • Bau mulut dan penumpukan plak karena sulit dibersihkan. 
  • Masalah fungsi saat mengunyah atau membuka mulut. 

Meski terkadang gigi impaksi tidak langsung menimbulkan nyeri, deteksi dini tetap penting agar tidak berkembang menjadi masalah serius seperti infeksi atau kerusakan gigi tetangga.

Bagaimana Cara Menanganinya dengan Aman?

Penanganan gigi impaksi tergantung pada posisi dan gejala yang muncul. Ada beberapa pendekatan yang umum dilakukan profesional, yaitu:

1. Pemeriksaan Rontgen

Foto rontgen panoramik atau 3D membantu dokter mengetahui posisi gigi yang terimpaksi untuk menentukan rencana perawatan yang tepat.

2. Pengawasan Rutin

Jika gigi impaksi tidak menimbulkan gejala, dokter bisa melakukan pemantauan berkala.

3. Cabut Gigi (Ekstraksi)

Dokter akan mencabut gigi yang impaksi, terutama saat menimbulkan nyeri atau infeksi. Ekstraksi ini terkadang dilakukan secara bedah, terutama untuk kasus yang kompleks.

4. Operasi Gigi Bungsu

Prosedur bedah seperti odontektomi dilakukan khusus untuk gigi bungsu yang impaksi dan tidak bisa dicabut melalui cara biasa. 

Penanganan yang tepat tentu dilakukan oleh dokter gigi profesional. Di Klinik Denta, layanan operasi gigi bungsu dan cabut gigi tersedia dengan pendekatan yang aman dan terstandar, plus fasilitas modern. Selain itu, klinik kami juga menyediakan layanan konsultasi & rontgen untuk membantu dokter menentukan apakah kasus gigi impaksi Anda perlu tindakan segera atau pemantauan berkala. 

Q&A

  • Apa contoh gigi impaksi yang paling sering terjadi?

Contoh gigi impaksi yang paling sering terjadi adalah gigi bungsu yang tumbuh miring (angular), horizontal, atau bahkan tertanam seluruhnya di dalam gusi (impaksi total). Selain gigi bungsu, gigi taring juga cukup sering mengalami impaksi.

  • Apakah semua gigi impaksi pasti terasa sakit?

Tidak selalu. Beberapa kasus gigi impaksi tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Namun, meskipun tanpa gejala, kondisi ini tetap berisiko menyebabkan infeksi, peradangan, atau kerusakan gigi di sekitarnya jika tidak dipantau secara rutin.

  • Apa perbedaan impaksi horizontal dan impaksi vertikal?

Impaksi horizontal terjadi ketika gigi tumbuh menyamping dan menekan gigi di depannya. Sedangkan impaksi vertikal adalah kondisi ketika gigi tumbuh tegak seperti normal, tetapi tetap tertahan di bawah gusi atau tulang rahang sehingga tidak bisa muncul ke permukaan.

Jadi, contoh gigi impaksi seperti impaksi horizontal, vertikal, atau angular bukan hanya istilah medis yang sulit dipahami, kondisi ini bisa Anda kenali lebih awal dengan gejalanya. Deteksi dan penanganan yang tepat bisa mencegah komplikasi yang bisa mengganggu kualitas hidup sehari-hari. Nah, jika Anda mulai merasakan gejala atau curiga memiliki gigi yang impaksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi profesional.

Intinya, jangan biarkan rasa sakit berlalu begitu saja, supaya senyum tetap sehat dan nyaman, Anda bisa datang langsung ke Klinik Denta untuk pemeriksaan lengkap serta rekomendasi perawatan gigi terbaik sesuai kebutuhan. 

Share This

Copy Link to Clipboard

Copy