gigi berlubang sampai saraf

Bahaya Gigi Berlubang Sampai Saraf & Kapan Perlu Perawatan Root Canal dengan Microscope

Gigi berlubang sering dianggap sepele, padahal kerusakannya bisa merambat lebih dalam hingga mencapai saraf. Kondisi gigi berlubang sampai saraf ini bukan hanya memicu nyeri yang menusuk, tetapi juga membuka peluang terjadinya infeksi serius yang bisa menyebar ke jaringan sekitar. Banyak orang baru sadar ketika rasa sakitnya sudah tak tertahankan, dan pada tahap inilah perawatan root canal (perawatan saluran akar) biasanya menjadi pilihan terbaik.

Nah, dengan hadirnya teknologi microscope dalam prosedur root canal, proses perawatan menjadi jauh lebih akurat, nyaman, dan memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi. Tapi, kapan sebenarnya gigi yang bermasalah harus segera mendapatkan perawatan ini? Dan apa bahayanya jika kondisi tersebut diabaikan?

Bahaya Gigi Berlubang Sampai Saraf

Saat gigi berlubang sampai saraf, kerusakan tidak lagi sebatas email atau dentin, melainkan sudah menyerang pusat kehidupan gigi. Kondisi ini membawa berbagai risiko serius yang perlu diwaspadai, seperti:

1. Infeksi dalam Pulpa Gigi

Saat lubang gigi sudah menembus hingga pulpa, bakteri bisa menyerang saraf dan pembuluh darah di dalam gigi. Hal ini bisa menyebabkan pulpitis (radang saraf), yang biasanya ditandai dengan nyeri parah, ngilu spontan, atau ngilu saat mengunyah.

2. Abses Gigi & Pembengkakan

Bila infeksi tidak ditangani, bisa terbentuk nanah di ujung akar gigi (ab ses), mengakibatkan pembengkakan di gusi, pipi, bahkan leher. Infeksi yang dibiarkan bisa menghancurkan tulang di sekitar akar gigi.

3. Kematian Saraf (Nekrosis Pulpa)

Lama-lama, saraf gigi bisa mati karena infeksi dan tidak mendapat suplai darah lagi. Paradox-nya, rasa sakit mungkin berkurang karena sarafnya mati, tapi infeksinya justru semakin parah. Jika infeksi ini dibiarkan bisa menyebar dan berulang.

4. Kerusakan Tulang Rahang

Infeksi kronis bisa menghancurkan struktur tulang di sekitar akar gigi. Hal ini bisa mengganggu kestabilan gigi lain, bahkan risiko gigi tanggal.

5. Komplikasi Sistemik

Dalam kasus ekstrem, infeksi gigi yang parah bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Dan bila infeksi dibiarkan lama, bisa menimbulkan masalah serius karena penyebaran infeksi ke jaringan sekitarnya. 

Kapan Sebaiknya Menjalani Perawatan Root Canal dengan Mikroskop?

Perawatan saluran akar (root canal) menjadi pilihan ideal ketika gigi berlubang sampai saraf atau sudah menunjukkan tanda infeksi. Ada indikasi yang menunjukkan saatnya pertimbangkan perawatan ini, yaitu:

  • Nyeri spontan pada gigi (terutama malam hari), atau ngilu saat menggigit. Ini bisa jadi sinyal kuat bahwa Anda membutuhkan terapi saluran akar. 
  • Hasil foto rontgen menunjukkan infeksi pada ujung akar gigi.
  • Gigi terasa longgar karena peradangan atau kerusakan akar.
  • Gusi bengkak, muka membesar di area pipi, atau keluarnya cairan / nanah dari gigi yang bermasalah.

Jadi, jangan anggap remeh gigi berlubang sampai saraf. Risiko infeksi bisa serius dan bisa merusak akar hingga tulang rahang yang membuat gigi tidak bisa dipertahankan. Pada tahap ini, perawatan root canal dengan bantuan mikroskop bukan hanya pilihan yang lebih modern, tetapi juga cara yang jauh lebih presisi dan efektif untuk menyelamatkan gigi supaya tidak perlu dicabut.

Untuk Anda yang merasa gigi sudah ngilu spontan, foto rontgen pernah menunjukkan infeksi, atau memiliki gejala lain seperti bengkak di gusi, lebih baik segera konsultasi. Nah, Klinik Denta siap membantu mengatasi masalah tersebut melalui layanan perawatan saluran akar gigi yang lengkap dan modern. Dengan dukungan teknologi seperti mikroskop dental, rontgen 3D, hingga standar sterilisasi yang ketat, perawatan dilakukan dengan lebih aman, akurat, dan nyaman untuk pasien.

Jadi, daripada menunggu rasa sakit semakin parah dan infeksi semakin meluas, yuk, jadwalkan konsultasi di Klinik Denta dan pastikan gigi Anda tetap sehat dan aman!

Share This

Copy Link to Clipboard

Copy